Sabtu, 28 Februari 2009

MENGENAL KECERDASAN MAJEMUK

Kecerdasan majemuk (multiple intelligence) saat ini telah menjadi satu istilah yang populer. Sekolah-sekolah menawarkan pada masyarakat bahwa mereka akan mendidik siswanya dengan memperhatikan kecerdasan majemuk. Apa arti istilah kecerdasan majemuk? Bagaimana kita dapat mengenali aspek kecerdasan majemuk anak kita? Bagaimana mengembangkannya?


Kecerdasan majemuk adalah sebuah teori psikologi dan sekaligus teori pendidikan yang pertama kali digagas oleh seorang psikolog bernama Howard Gardner. Teori ini pertama kali dilontarkan pada bukunya di tahun 1983, Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences. Teori ini menyatakan bahwa manusia itu memiliki berbagai macam kecerdasan, dan setiap individu memiliki tingkat yang bervariasi untuk setiap jenis kecerdasan tersebut. Karena itu, setiap orang memiliki "profil kognitif" yang unik.

Teori Gardner ini berpendapat, bahwa definisi kecerdasan yang selama ini dianut, tidak mampu menggambarkan berbagai kemampuan yang dimiliki manusia. Contohnya, Andi yang mudah menghafal perkalian belum tentu secara keseluruhan lebih cerdas dibanding Joni yang sulit menghafal. Mungkin Joni lebih cerdas dalam aspek yang lain atau mungkin harus belajar dengan cara yang lain.

Gardner juga berpendapat, sekolah tidak boleh bersandar pada satu kurikulum baku. Sekolah harus mampu menawarkan "pendidikan yang berpusat pada individu." Dengan demikian, kurikulum disusun berdasarkan kebutuhan unik masing-masing anak. Ini juga termasuk membantu murid meningkatkan aspek kecerdasan yang kurang.

Teori ini mendapatkan kritikan luas dari kalangan psikologi dan pendidikan. Kritik yang paling umum adalah bahwa teori Gardner ini didasarkan pada intuisinya saja, bukan berdasar data empiris. Kritik ini juga menyatakan bahwa aspek kecerdasan yang disebutkan Gardner hanyalah nama lain dari bakat atau tipe kepribadian.

Walaupun demikian, teori ini sangat diterima di kalangan pendidik selama dua puluh tahun terakhir. Banyak sekolah menggunakan teori ini sebagai sebuah pedagogi, dan banyak guru yang memasukkan sebagian atau seluruh teori ini dalam cara mengajar mereka. Berbagai buku dan bahan ajar dibuat untuk menjelaskan teori dan penerapannya di dalam kelas.

Aspek Kecerdasan Majemuk

Apa saja aspek kecerdasan yang telah diidentifikasi oleh Gardner? Penjelasan berikut dapat memandu Anda untuk mengenali tipe kecerdasan yang menonjol pada anak Anda:

a. Linguistik. Kecerdasan linguistik-verbal berhubungan dengan kata-kata, baik lisan maupun tulisan. Biasanya anak dengan kecerdasan ini menonjol dalam membaca, menulis, bercerita, mengingat kata dan bahasa. Pekerjaan yang cocok bagi orang dengan kecerdasan ini adalah penulis, ahli hukum, filosof, politisi dan guru.

b. Logis-matematis. Kecerdasan ini berhubungan dengan logika, abstraksi, penalaran induktif dan deduktif, serta angka. Kecerdasan ini lebih mengarah pada kemampuan penalaran, pengenalan pola abstrak, berpikir ilmiah dan penyelidikan, serta mampu mengerjakan perhitungan yang kompleks. Karir yang cocok untuk orang dengan tipe ini adalah ilmuwan, ahli matematika, dokter dan ahli ekonomi.

c. Visual-Spasial. Kecerdasan ini berhubungan dengan penglihatan dan pemahaman spasial. Anak yang menonjol dalam aspek ini sangat bagus dalam memvisualisasikan dan memanipulasi objek secara pikiran. Ingatan visualnya sangat kuat dan biasanya artistik. Biasanya anak seperti ini juga pandai menentukan arah mata angin dan memiliki koordinasi tangan-mata yang bagus. Karir yang cocok untuk orang tipe ini adalah seniman, insinyur, dan arsitek.

d. Kinestetik. Aspek ini berhubungan dengan gerakan dan kegiatan fisik. Anak yang menonjol pada aspek ini sangat mahir dalam aktivitas fisik seperti olahraga dan menari. Biasanya anak ini dapat belajar dengan baik bila sambil melakukan aktivitas fisik tertentu. Kecerdasan ini sangat dibutuhkan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan menari, olah raga, bedah, kerajinan dan sejenisnya.

e. Musikal. Kecerdasan ini berhubungan dengan ritme, musik dan pendengaran. Anak yang menonjol kecerdasan musikalnya lebih sensitif pada suara, ritme, warna suara, dan musik. Anak ini bisa bernyanyi, bermain alat musik bahkan menggubah musik. Anak ini sering menggunakan lagu dan ritme untuk belajar dan mengingat sebuah informasi. Pekerjaan yang cocok adalah musisi, penyanyi, konduktor, dan penggubah.

f. Naturalis. Kecerdasan ini berhubungan dengan alam dan pengklasifikasian. Aspek kecerdasan ini bukan bagian orisinal dari teori Gardner tentang Kecerdasan Majemuk. Anak yang menonjol dengan kecerdasan ini lebih sensitif pada alam dan lingkungan sekitarnya. Ia mampu menumbuhkan dan memelihara tanaman, mudah memelihara, menjinakkan, dan berhubungan dengan binatang. Dengan mudah anak ini mengenali dan membedakan berbagai spesies. Karir yang cocok untuk kecerdasan ini adalah ilmuwan, naturalis, ahli konservasi, dan petani.

g. Interpersonal. Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan berhubungan dengan orang lain. Biasanya anak yang menonjol pada kecerdasan ini cenderung ekstrovert dan sensitif pada perasaan orang lain. Anak ini mudah bekerja sama dalam kelompok. Ia dengan mudah berkomunikasi dan berempati pada orang lain, baik saat sebagai pemimpin maupun sebagai anak buah. Ia dapat belajar dengan baik melalui kerja sama dengan orang lain. Ia juga menyukai diskusi dan debat. Karir yang sesuai dengan tipe kecerdasan ini adalah : politisi, manajer, pekerja sosial, diplomat.

h. Intrapersonal. Kecerdasan ini berhubungan dengan kemampuan instropeksi dan refleksi diri. Anak dengan kecerdasan ini cenderung introvert dan lebih suka melakukan sendiri. Biasanya anak in mampu memahami emosi, tujuan dan motivasinya sendiri. Ia dapat belajar dengan baik bila diperbolehkan untuk berkonsentrasi pada hal yang diinginkannya sendiri. Karir yang sesuai dengan kecerdasan ini adalah : ahli filsafat, psikolog, teolog dan penulis.

Mengenali Kecerdasan Anak Anda

Secara lebih sederhana, Anda dapat mengenali aspek kecerdasan yang menonjol atau kurang menonjol pada anak Anda dengan membandingkannya dengan tabel berikut ini.

ANAK YANG MENONJOL PADA ASPEK:

CARA BERPIKIRNYA

MENYUKAI

MEMBUTUHKAN

Linguistik

dalam kata-kata

membaca, menulis, bercerita, permainan kata

buku, tape rekaman, alat tulis, kertas, buku harian, dialog, diskusi atau debat

Logis- Matematis

dengan penalaran

percobaan, mempertanyakan, bermain puzzle, berhitung

benda dan alat untuk eksplorasi dan dipikirkan, bahan-bahan sains, kunjungan ke planetarium atau museum sains

Spasial

dengan bayangan dan gambar

merancang, menggambar, memvisualisasikan, corat-coret

seni, LEGO, video, film, gambar, permainan imajinasi, maze, puzzle, buku bergambar, museum seni

Kinestetik

melalui rangsangan secara fisik

menari, berlari, melompat, membangun sesuatu, menyentuh

meniru (role play), drama, bergerak, mainan susun, olah raga, permainan fisik, belajar secara aktif

Musikal

dengan ritme dan melodi

menyanyi, bersiul, bersenandung, mengetukkan kaki dan tangan, mendengar

bernyanyi, menonton konser musik, bermain musik di rumah/sekolah, punya alat musik

Inter-personal

dengan melontarkan gagasan ke orang lain

memimpin, berorganisasi, berhubungan dengan anak lain, menengahi

teman, kelompok bermain, pertemuan sosial, kegiatan kemasyarakatan, mentor

Intra-personal

dengan berpikir dalam-dalam sendiri

menetapkan tujuan, merenung, bermimpi, berdiam diri

tempat rahasia, waktu untuk menyendiri, pekerjaan yang ditentukan sendiri targetnya, pilihan-pilihan

Menurut Gardner, tingkat setiap aspek kecerdasan pada masing-masing orang bukanlah harga mati. Semuanya dapat diasah dan dikembangkan dengan pendekatan-pendekatan tertentu.

Sumber: www.wikipedia.org


0 komentar:

Posting Komentar