Selasa, 24 Februari 2009

Our 2 be, sebuah konsep pemikiran management rumah tangga

Sharing lagi nih....

Pernahkah terpikir bahwa sebuah keluarga atau rumah tangga mirip seperti sebuah perusahaan?

Beranikah kita menerapkan sebuah pola management tertentu dalam rumah tangga seperti layaknya management dalam sebuah perusahaan?

Dua pertanyaan di atas sangat mengganggu namun sekaligus memberi ilham untuk membuat suatu perubahan dalam menjalani hidup berumah tangga dengan istri dan anak saya. Memang hampir tidak mungkin saya mengaplikasikan semua pola management perusahaan ke dalam rumah tangga namun setidaknya beberpa konsep berikut memberikan perubahan besar dalam kehidupan rumah tangga kami.


Visi, Misi dalam keluarga

Layaknya sebuah perusahaan sebuah keluarga harus dibina atas dasar kesamaan visi dan misi dengan pasangan kita, INI DASAR yang harus dimiliki untuk keharmonisandan biasanya sudah disepakati sebelum kita menikah.

Permasalahan bagaimana kita menjaga Visi dan Misi ini sehingga menjadi pedoman buat.
Yang saya lakukan adalah menentukan tujuan dan target bersama dalam membina rumah tangga serta bersama-sama, bahu membahu dalam mencapai tujua tersebut.

Tujuan/ target hidup berumah tangga

Apa sih tujuan kita menikah?
Apakah pernah terpikir pada saat kita akan menikah?
Mau punya rumah, punya anak, hidup sejahtera, menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warohmah, atau banyak tujuan lainnya.

Tapi apakah pernah kita melakukan monitoring atau review atas tujuan tersebut, layaknya sebuah perusahaan membuat pencatatan serta review atas kinerja dan pencapaian targetnya.
Seberapa jauh tujuan atau target keluarga kita tercapai? Teman-teman mungkin berpikir "Saru.., Nggak Ilo'..., Pamali..., Kebangetan..." dan hal lain yang jelek-jelek dan mengaggap saya terlalu keduniaan dan materialistik dalam berumah tangga atau bahkan ada yang setuju dengan pemikiran saya.

Yang saya lakukan bersama istri saya adalah "DUDUK, BICARA DAN CATAT"
Mulai tahun 2006 sampai saat ini, tiap akhir tahun saya dan istri selalu menyediakan waktu, untuk kami berdua berdiskusi "Mau apa kita ke depan?" saya dan istri menyebutnya "Our to be".


Strategi

Strategi pelaksanaan konsep our to be yang kami lakukan sebagai berikut:
1. Buat rencana tujuan 5 tahun yang di bagi menjadi tahunan
2. Catatan perubahan/pertumbuhan asset serta pencapaian tahu ini
3. Buat analisa perbandingan perubahan/pertumbuhan asset serta pencapaian dari tahun ke tahun
4. Lakukan pembahasan analisa SWOT, apa saja menjadi kekuatan dan peluan kami untuk mewujudkan Visi, Misi dan Tujuan Keluarga serta apa yang menjadi ancaman atau hambatan.
5. Setelah itu kami berkomitmen untuk melakukan langkah strategi nyata. Untuk memperkuatnya kami membuat suatu slogan, misalnya 2007 kami menyebutnya "tahun restrukturisasi aset", 2008 "tahun rekapitalisasi" dan seterusnya. Slogan ini saya print dan tempel di pintu lemari baju, sehingga kami terus melihatnya dan mengingatnya untuk melaksanakan.
6. Disiplin dan fokus apa yang menjadi komitmen bersama.

Ribet,
Repot banget ya...?!
Tapi nggak juga kalo caranya tepat.
Biasanya saya dan istri ambil waktu berlibur keluar kota untuk 2 atau tiga hari, HANYA BERDUA. Ya hitung... hitung "second honey moon" :P Awalnya emang kaku, bingung untuk membicarakan masalah konsep our 2 be ini, namun setelah berjalan semuanya mudah kok.

Saat ini kami bisa hidup lebih santai, nggak ngoyo, pokoknya lebih tentrem lah..., karena:
Kami sudah berencana,
Kami sudah berusaha,
Kami berdoa kepada Tuhan untuk Ridho' atas tujuan dan usaha kami
Selanjutnya kami bertawakal kepada-Nya

Terima kasih Sari untuk menjadi istri dan ibu bagi anak-anaku. :)



1 komentar:

Anonim mengatakan...

wah kalo gitu supaya ada internal kontrol, mesti diaudit juga tuh bang ;p

Posting Komentar